Susahnya menjadi guru…

Sebenarnya judul diatas hanya dialami bagi orang yang belum berpengalaman menjadi guru dan tidak mempunyai latar belakang keguruan… sebenarnya guru adalah profesi panggilan hati nurani yang paling dalam…

bertapapun susah suatu pekerjaan, apabila kita mencintai dan membutuhkan pekerjaan tersebut maka akan kita laksanakan tugas dan tanggung jawab tersebut dengan sungguh-sungguh…

Mungkin yang saya sebutkan ini hanyalah soliliku (mengambil istilah Farid Gaban).. he.. he.. he..

Bagaimana nggak.. apa lagi yang berprofesi sebagai guru swasta, sungguh menyayat hati…  rasanya tidak adalah gunanya ijazah S-1 pendidikan atau yang mengambil akta IV… dengan gaji minim, mereka di tuntut untuk mengerjakan tugas-tugas mereka dengan optimal… kalau tidak melakukan/mengikuti apa kata yayasan siap-siaplah mereka akan di depak dari sekolah tersebut….

Nasib-nasib.. bukan itu saja… belum lagi konten kurikulum kita yang kacau balau dan yayasan tidak mau tau itu… padahal guru perlu penyegaran, guru perlu refreshing, guru perlu penghargaan lebih.. kenapa saya katakan konten kurikulum kita kacau balau… lihatlah, hampir setiap tahun kurikulum berubah.. belum selesai kurikulum diterapkan diseluruh Indonesia, muncul lagi kurikulum baru…

belum lagi konten kurikulum tidak sesuai dengan kekinian, tidak sesuai dengan semangat keagamaan dan moral sebagai bangsa yang beragama dan bermartabat…

pokoknya banyak lagi lah… mari kita share sama-sama.. OK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s